Doa sesudah belajar





اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْتَوْدِ عُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَىَّ عِنْدَ حَاجَتِى اِلَيْهِ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَا رَبَّالْعَالَمِيْنَ.
Aloohumma inni astaudi’uka maa’allamtaniihi fardudhu ilayya ‘inda haajatii ilaihi wa laa tangsaniihi yaa robbal ‘aalamiin.

Doa akan Belajar

اللَّهُمَّ اَخْرِجْنَا مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهْمِ وَاَكْرِمْنَا بِنُوْرِالْفَهْمِ وَافْتَحْ عَلَيْنَا بِمَعْرِفَةِ الْعِلْمِ وَسَهِّلْ لَنَا اَبْوَابَ فَضْلِكَ يَا اَرْحَمَ الّرَاحِمِيْنَ
Alloohumma akhrijnaa min dhulumaatil wahmi wa akrimnaa binuuril fahmi waftah ‘alainaa bima’rifatil ilmi wa sahhil lanaa abwaaba fadhlika yaa arhamar roohimiin.

Doa sapu jagat ( kebaikan dunia akhirat )

رَبَّنَااَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ .
Robbanaa aatinaa fiddunya hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.

Doa Selamat

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنَ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَ بَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَ رَحْمَةً  عِندَالْمَوْتِ وَ مَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ .

Bacaan Dzikir Setelah Sholat


أَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِى لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَيُّ  الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِِ 3×
لاَ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. 3×
أَللّهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ 3 X
أَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُالسَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالاِكْرَامِ. أَللّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَمُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.
اِلهِ يَا رَبِّيْ اَنْتَ مَوْلنَا
سُبْحَنَ اللّه. (×33).       أَلْحَمْدُ لِلّهِ. (×33).    أَللّهُ أَكْبَرُ (×33).
أَللّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَنَ اللّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَه‘ لاَشَرِيْكَ لَه‘، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شُيْئٍ قَدِيْرٌ.
لآاِلهَ اِلاَّ اللّه (33×)
Setelah itu membaca doa 

Pemilihan Kepala Sekolah Berprestasi Peduli pada Pengembangan PAI 2011

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan menyelenggarakan kegiatan ”Pemilihan Kepala Sekolah Berprestasi Peduli pada Pengembangan PAI”.  Bagi Kepala Sekolah yang berminat dapat mengajukan berkas persyaratan dengan ketentuan:
A. Kriteria
  1. Berstatus sebagai kepala pada sekolah Negeri (SD, SMP, SMA/K).
  2. Berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan yang bersangkutan harus memiliki prestasi yang dapat dibanggakan dengan masa kerja minimal 2 (dua) tahun.
  3. Menguasai program pelayanan dan pengembangan PAI di sekolah.
  4. Memiliki Kualifikasi Akademik minimal Sarjana (S1) atau Diploma 4 (D-IV) Kependidikan.
  5. Belum pernah terkena hukuman disiplin pegawai.
B. Persyaratan Peserta
1. Melengkapi dokumen yang dipersyaratkan sebagai berikut:
  1. Biodata
  2. Kinerja Prestatif dalam pengembangan PAI di sekolah.
  3. Penilaian Kinerja dan Perilaku calon Kepala Sekolah Berprestasi dari pengurus OSIS/Siswa, Guru, Kepala TU dan Pengawas.
  4. Makalah tentang pegembangan PAI.
  5. Surat Rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan / Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten /Kota.
2. Mengirimkan berkas dokumen portofolio ke Panitia Pemilihan.
Berkas yang sudah lengkap dapat dikirim langsung ke “Subdit Pendidikan Agama Islam pada SMK, Direktorat Pendidikan Agama Islam, Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama, lantai 7 Kamar A.703” sebelum tanggal 10 Nopember 2011.
Pemenang akan diberikan penghargaan berupa tropi, piagam, dan uang pembinaan untuk setiap jenjang:
  1. Juara 1: tropi , piagam dan uang pembinaan sebesar Rp 20.000.000,-
  2. Juara 2: tropi , piagam dan uang pembinaan sebesar Rp 15.000.000,-
  3. Juara 3: tropi , piagam dan uang pembinaan sebesar Rp 13.000.000,-
Panduan Pemilihan, Ketentuan dan format isian Kepala Sekolah Berprestasi Peduli Pengembangan Pebdidikan Agama Islam dapat  di download disini

Sumber : http://mapendajatim.wordpress.com

PEMBAGIAN HADIST MENURUT KUALITAS SANAD


Pengertian tinggi rendahnya tingkatan suatu hadits tergantung pada tiga hal,yaitu: jumlah rowi,keadaan (kwalitas rowi),dan keadaan matan.Ketiga hal tersebut menentukan tinggi rendahnya suatu hadits.Bila dua buah hadits menentukan keadaan rowi maka hadits yang diriwayatkan oleh dua orang rowi lebih tinggi tingkatanya dari hadits yang diriwayatkan oleh seorang rowi,dan hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang rowi lebih tinggi tingkatanya dari pada hadits yang diriwayatkan oleh dua orang rowi.
 Hadits yang diriwayatkan oleh rowi yang kuat ingatanya lebih tinggi tingkatanya dari pada hadits yang diriwayatkan oleh rowi yang lemah ingatanya,dan hadits yang diriwayatkan oleh rowi yang jujur lebih tinggi tingkatannya daripada hadits yang diriwayatkan oleh rowi pendusta.

Hadits dilihat dari segi kwalitas sanad dibagi menjadi 2 :
     1. Hadits maqbul
     2. Hadits mardud
Hadits maqbul dibagi menjadi 2:
1.Hadits shohih
          Hadits shohih menurut bahasa adalah hadits yang bersih dari  cacat,dan  Benar- benar berasal dari Rosululloh SAW.                           
          Sedangkan shohih menurut istilah ialah hadits yang bersambung sanadnya,Yang di riwayatkan oleh rowi yang adil, dhobit dari rowi lain yang menyamainya sampai akhir sanad dan tidak mengandung kejanggalan dan tidak punya illat.

ماَأَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ فِيْ صَحِيْحِهِ قَاَ لَ : حَدَّ ثَنَا عَبْدُ الَّلهِ ابْنُ يُوسُفَ قَا لَ أَخْبَرَ نَا مَا لِكٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيْهِ قَا لَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ فِي الْمَغْرِبِ بِا لطُّوْرِ.
Adapun syarat-syarat hadits shoheh antara lain:
1.Rowinya bersifat adil
2.Sempurna ingatannya
3.Sanadnya tidak putus
4.Tidak ada ilat
5.Tidak adanya kejanggalan


Hadits shoheh dibagi menjdi 2 yaitu:
a.       shoheh lidzatihi adalah hadits yang dirinya sendiri telah memenuhi kriteria keshohihannya dan tidak memerlukan penguat dari yang lain.
b.      Shohih lighoirihi adalah hadits yang keshohihannya tidaklah berdasarkan pada sanadnya sendiri,tetapi berdasarkan pada dukungan sanad yang lain yang sama kedudukannya dengan sanadnya atau lebih kuat dari padanya.


2. Hadits hasan
           Hasan menurut bahasa berarti bagus atau sifat yang disempurnakan dari  lafadz             اَلْحُسْنِ  
Sedangkan menurut istilah para ulama muhaditsin tidak sependapat dalam menta’rifkan hadits hasan.Mereka mendefinisikan hadits hasan adalah hadits yang dinukilkan oleh seorang yang adil,bersambung-sambung  sanadnya dan tidak terdapat illat serta kejanggalan pada matannya. 
Contoh hadits hasan :
مَا أَخْرَجَهُ اَلتِِّرْمِذِيُّ قاَ لَ:حَدَّ َثَناَ قُتَيْبَةُ حَدَّ ثَنَا جَعْفَرُبْنُ سُلَيْمَانُ اضُّبَعِيُّ عَنْ أَبيِ عِمْراَنَ الْجُوَيْنِيّ عَنْ اَبيْ بَكْرِبْنِ أَبيِْ موُْسيَ الأَْشْعَريِْ قاَلَ: سَمِعْتُ أَبيِ بِحَضْرَةِالْعَدُوِّ يَقُولُ:قاَلَ رَسُول اللهِ صَليَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ أَبْوَابَ الْجَنَّةِ تَحْتَ ظِلِّ السُّيُوفِ.....الْحَدِ يْثُ.

Adapun syarat hadits hasan antara lain :
a.  Sanad hadits harus bersambung
            b.  Adilnya rowi
            c.  Sunyi dari kejanggalan
            d.  Sunyi dari cacat
Hadits hasan dibagi menjadi dua:
            a.  Hasan lidzatihi
            b.  Hasan lighoirihi       
3. Hadits dha’if / hadits mardud
            Hadits dhaif adalah  hadits mardud yaitu hadits yang ditolak atau tidak dapat dijadikan hujjah atau dalil dalam menetapkan suatu hukum.
            Sedangkan menurut istilah adalah hadits yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits shoheh atau hadits hasan.Dengan demikian hadits dhoif itu bukan saja tidak memenuhi syarat-syarat
Hadits shoheh,juga tidak memenuhi persyaratan hadits hasan.
Secara garis besar yang menyebabkan suatu hadits digolongkan menjadi hadits dhoif dikarenakan dua hal yaitu:
         a.  Gugurnya rowi dalam sanadnya
         b.  Adanya cacat pada rowi atau matan
            Yang dimaksud dengan gugurnya rowi ialah tidak adanya satu ,dua atau beberapa rowi,yang seharusnya ada dalam satu sanad baik dalam permulaan sanad, pertengahan maupun di akhirnya.

Macam-macam hadits dha’if
Berdasarkan kepada sebab-sebab ke-dha’ifan suatu hadits, hadits dha’if terbagi menjadi beberapa macam,yaitu:
  1. Pembagian hadits dha’if ditinjau dari segi terputusnya sanad :
    1. Hadits muallaq adalah hadits yang dihapus dari awal sanadnya   seorang perawi atau lebih secara berturut-turut
    2. Hadits mursal adalah hadits yang gugur dari akhir sanadnya.
    3. Hadits mu’dhal adalah hadits yang gugur dari sanadnya dua orang perawi atau lebih secara berturut-turut.
    4. Hadits munqathi’ adalah hadits yang tidak bersambung sanadnya, baik di awal,di akhir atau di pertengahan.
    5. Hadits mudallas adalah menyembunyikan cacat dalam sanad dan menampakkannya pada lahirnya seperti baik.
  2. Pembagian Hadits dha’if di tinjau dari cacatnya perawi :
    1. Hadits maudlu’ adalah hadits yang dicipta serta dibuat oleh seorang rowi (pendusta) yang ciptaan itu dibangsakan kepada rosululloh SAW secara palsu dan dusta,baik hal itu disengaja maupun tidak.
    2. Hadits matruk adalah hadits yang menyendiri dalam periwayatan,yang diriwayatkan oleh orang yang tertuduh dusta dalam perhaditsan.
Yang dimaksud dengan rowi yang tertuduh dusta adalah seorang rowi yang terkenal dalam pembicaraan sebagai pendusta,tetapi belum dapat dibuktikan bahwa ia sudah pernah berdusta dalam membuat hadits.seorang rowi tertuduh dusta bila ia bertobat dengan sungguh-sungguh dapat diterima periwayatan haditsnya.
    1. Hadits munkar adalah hadits yang perawinya memiliki cacat dalam kadar sangat kelirunya atau nyata kefasikannya.
    2. Hadits mu’allal adalah hadits yang perawinya cacat karena al-wahm,yaitu banyaknya dugaan atau sangkaan yang tidak mempunyai landasan yang kuat.
                            
 

LANDASAN PENDIDIKAN

1.     Landasan Filososfis
a.   Pengertian Landasan Filosofis
Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandanagan dalam filsafat pendidikan, meyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan.
b.   Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidkan Nasional
Pasal 2 UU RI No.2 Tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945. sedangkan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara Indonesia.

2.     Landasan Sosiolagis
a.   ­Pengertian Landasan Sosiologis
Dasar sosiolagis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masayarakat.Sosiologi pendidikan merupakan analisi ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiolagi  pendidikan meliputi empat bidang:
1.     Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain.
2.     hubunan kemanusiaan.
3.     Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya.
4.     Sekolah dalam komunitas,yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.
b.   Masyarakat indonesia dan Kebudayaannya sebagai Landasan Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional
Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa ke masa telah mempengaruhi sistem pendidikan nasional. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat dan komplek.
Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan masyarakat terutama dalam hal menumbuhkembangkan KeBhineka tunggal Ika-an, baik melalui kegiatan jalur sekolah (umpamanya dengan pelajaran PPKn, Sejarah Perjuangan Bangsa, dan muatan lokal), maupun jalur pendidikan luar sekolah (penataran P4, pemasyarakatan P4 nonpenataran)
3.     Landasan Psikologis
a.   Pengertian Landasan psikologis
Dasar psikologis berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Pemahaman terhadap peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan.
Sebagai implikasinya pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta didik, sekalipun mereka memiliki kesamaan. Penyusunan kurikulum perlu berhati-hati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan dijadikan garis-garis besar pengajaran serta tingkat kerincian bahan belajar yang digariskan.
b.   Perkembangan Peserta Didik sebagai Landasan Psikologis
Pemahaman tumbuh kembang manusia sangat penting sebagai bekal dasar untuk memahami peserta didik dan menemukan keputusan dan atau tindakan yang tepat dalam membantu proses tumbuh kembang itu secara efektif dan efisien.
4.  Landasan Spiritual
     Landasan Spiritual Pendidikan :
-     Pancasila Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa
-     QS. AL Mujadalah 11.
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
-         Hadits Nabi : “ Menuntut ilmu sangat diwajibkan kepada orang muslim dan muslimatin.