Sepenggal Kisah Nabi Ibrahim

Sepenggal kisah Nabi Ibrahim
Suatu hari Nabi Ibrahim menjenguk  putra tercintanya Nabi Ismail di rumahnya karena setelah nabi Ismail berkeluarga dan membangun rumah sendiri Nabi Ibrahim belum pernah ketemu dengan putranya tersebut,
“Assalamualaikum…,”  sapa Nabi Ibrahim saat tiba di depan pintu rumah putranya ,
  “ Waalaikum Salam …” jawaban terdengan dari dalam rumah , dan sesaat kemudian keluarlah istri nabi Ismail .,  “  Bapak …, silahkan masuk ,
Nabi Ibrahim :  “ apa suamimu ada dirumah ? ,
Istri Nabi Ismail : “ ketepatan putra Bapak baru berangkat ke hutan untuk cari kayu bakar …”
Nabi Ibrahim : “ Biasanya jam berapa pulangnya ? “ .
Istri Nabi Ismail : “ biasanya menjelang waktu Asyar”.
Kemudian tanpa ditanya istri nabi Ismail menceritakan kehidupannya bersama suaminya yang serba kekurangan dan menjelek-jelekan nabi Ismail sebagai suami dikatakannya kurang tanggungjawab karena tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.
Nabi Ibrahim hanya mendengarkan keluhan  menantunya dengan diam dan tanpa komentar. beberapa waktu kemudian nabi Ibrahim pamit pulang : “ Aku tak pulang dulu sampaikan salam dan pesanku  pada suamimu ,. “ pesan apa Pak “. Sahut istri nabi Ismail
“     Nabi Ibrahim :’ sampaikan pada suamimu , aku perintahkan untuk menganti bantalan pintu depan rumahnya itu dengan bantalan yang baru”.  “ bukannya bantalan pintu itu masih bagus “ sahut istri Nabi Ismail , “ ya pokoknya sampaikan saja pesan saya itu pada suamimu  dan sekarang aku pamit pulang, assalamu alaikum” tambah Nabi Ibrahim sambil beranjak meninggalkan rumah putranya.
Saat Nabi Ismail Tiba dirumah , sang istri bercerita tentang kedatangan Nabi Ibrahim dan menyampaikan pesannya ke suaminya.
Lantas nabi Ismail berkata “ saat ini juga kamu saya Talak tiga “ .
“Loo ada apa apa salahku “  : jawab sang istri
“ Aku gak tahu apa yang telah kau ceritakan kepada bapak sehingga bapak memerintahkanku untuk melakukan perceraian ini, yang dimaksud bapak dengan Bantalan Pintu itu adalah kamu.
Akhirnya nabi Ismail dan istrinya bercerai dan beberapa bulan kemudian nabi Ismail telah bertemu jodoh dan menikah lagi.,
Pada suatu pagi datanglah Nabi Ibrahim kerumah putranya dan seperti tahun lalu yang dia temui hanyalah istri dari putranya saja karena putranya baru ke hutan mencari kayu bakar. Istri Nabi Ismail menyambut mertuanya dengan baik dan menyilahkan untuk duduk dan menunggu di ruang tamu. Nabi Ibrahim bertanya “ bagaimana kehidupan keseharianmu kau lalui bersama suamimu ? . Alhamdulillah Pak…, kami saya dan putra bapak dalam keadaan baik …, “  demikian jawaban istri nbi Ismail sambil terus menceritakan kebaikam-kebaikan suaminya , dan tak ada kata mencacat kepada suaminya.  Setelah beberapa waktu nabi Ibrahim pamit “ sekarang aku mau pulang sampaikan salamku pada suamimu dan tolong sampaikan pesanku padanya , pesanku : aku perintahkan suamimu untuk mempertahankan bantalan pintu rumahnya “
Setelah nabi ismail sampai dirumah , istrinya bercerita tentang kedatangan Nabi Ibrahim dan menyampikan pesannya kepada suaminya. “ Alhamdulillah ,  aku tak tahu apa yang telah kau obrolkan dengan bapak , bapak berpesan agar aku mempertahankanmu sebagai teman hidupku, yang dimaksud bapak bantalan pintu itu adalah kamu sebagai istri saya”.

Demikian kisah pendek  tentang Kinjungan Nabi Ibrahim ke rumah putranya
Dapat kita ambil hikmah , meskinya dalam sebuah keluarga  suami dan istri hendaknya bisa merahasiakan aib dari keluarganya sendiri terhadap orang lain. Dengan menceritakan aib keluarga berarti menceritakan aib sendiri , dan bukti kurang sabar seseorang  dalam keluarga adalah menceritakan aib dan kekurangan-kekurangan yang ia alami.

Semoga menjadi iktibar buat kita semua untuk bisa mewujudkan RUMAHKU adalah SURGAKU

Hasrat Taubat

Hasrat Taubat
Nyanyian sunyi ku dendangkan lewat bibir hatiku
Untuk menebus segala dosa
Robbana dholamna anfusana….
Ujub, riya’, sombong, hubud dunya dan rayuan nafsu
Lumur dalam diriku
Alloh ……Robbii , Ampunilah dosaku
Murnikan imanku kepada-Mu
Innash sholaati wanusyuku wa mahyaaya wa mamaati lillahirobbil ‘aalamiin  
Nista perbuatanku yang lalu
Akan ku ubah jadi madu
Hasrat ini bisa terwujud bila Ridho-Mu menyertaiku , ya Alloh…………….

Dalam Doaku

dalam doaku
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman
Tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima
cahaya pertama, yang melengking hening karena
akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau
senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil
kepada angin yang mendesau entah darimana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang
mengibas-ngibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap
Di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu,
Yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Magrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun
Sangat pelahan dari nun di sana, bersejingkat di jalan kecil itu,
menyusup di celah-celah jendela dan pintu,
Dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya di rambut,
dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya,
yang setia mengusut rahasia demi rahasia,
Yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku
Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai
Mendoakan keselamatanmu
karya : Sapardi Djoko Damono

Kesabaran sebagaimana digambarkan dalam Hadits

Kesabaran sebagaimana digambarkan Hadits
Sebagaimana dalam al-Qur'an,dalam hadits juga banyak sekali sabda-sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan mengenai kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar, hadits-hadits tersebut menggambarkan kesabaran sebagai berikut;
1. Kesabaran merupakan "dhiya' " (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah SAW mengungkapkan, "… dan kesabaran merupakan
cahaya yang terang…" (HR.Muslim)
2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah SAW pernah menggambarkan: "… barang siapa yang mensabar- sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar …" (HR. Bukhari)
3. Kesabaran merupakan anugrah Allah yang paling baik. Rasulullah SAW mengatakan, "… dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran." (Muttafaqun Alaih)
4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mu'min, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; "Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik.
Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya." (HR. Muslim)
5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin
Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah berfirman, "Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian diabersabar, maka aku gantikan surga baginya." (HR. Bukhari)
6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas'ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas'ud berkata"Seakan-akan aku memandang Rasulullah SAW menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, 'Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui." (HR. Bukhari)
7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah SAW pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah." (HR. Bukhari)
8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah SAW menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari  Abu Hurairah ra bahwa Rasulullan SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut." (HR. Bukhari & Muslim)
9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah SAW mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, 'Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik unttukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku." (HR. Bukhari Muslim) 

Contoh Dokumen 1 KTSP

Contoh Dokumen 1 KTSP Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 mewajibkan setiap madrasah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai kebutuhannya dengan memperhatikan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dasar dan menengah yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sesusai dengan peraturan tersebut, semua satuan pendidikan, termasuk madrasah, diharapkan sudah menyusun dan melaksanaan KTSP secara utuh paling lambat pada tahun 2009/2010.

Bagi rekan - rekan yang belum punya dokumen 1 ktsp , dan perlu pedoman pembuatannya silahkan download :
Contoh Dokumen 1 KTSP